Hasil UKG 2015 Akan Dikirim ke Sekolah dan Orang Tua Siswa

Hasil UKG 2015 Akan Dikirim ke Sekolah dan Orang Tua Siswa

Marneskliker.com - Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan hasil UKG tahun ini akan dikirim ke sekolah dan orang tua siswa. Dalam hal ini Kemendikbud menyambut baik ide sejumlah kalangan yang meminta pemerintah mengirimkan hasil Uji Kompetensi Guru ke sekolah dan orang tua siswa. UKG yang diikuti seluruh guru ini akan dilaksanakan antara tanggal 9 sampai 27 November 2015.


Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, tahun lalu ada sekitar 1,6 juta guru yang mengikuti UKG. Dari jumlah tersebut, hanya 192 guru yang mendapatkan rentang nilai 90-100. Sedangkan nilai rata-rata nasional hanya 42, ujar Pranata saat menjadi narasumber dalam Dialog Pendidikan di Semarang, Jawa Tengah, (12/10/2015).

Beliau juga mengatakan, Uji Kompetensi Guru dijadikan sebagai pemetaan kompetensi guru, yang hasilnya juga bisa diketahui orang tua siswa. "Sampaikan aja ke siswa atau ke orang tua. Supaya mereka juga tau, ini memang sekolahnya bagus. Ini perlu didorong. Buktinya disini tadi ada yang bilang ikut UKG tidak serius. Guru asal-asalan karena tidak ada pengaruhnya ke tunjangan profesi," kata Sumarna yang admin kutip dari situs kemdikbud.go.id (12/10/2015).

Kepala Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, A.T Soegito mengatakan, bahwa selama ini Tunjangan Profesi Guru atau program sertifikasi belum sejalan dengan kompetensi guru. TPG yang diterima guru tidak disertai peningkatan kualifikasi atau kompetensi mengajar. Sebenarnya ada tiga hal pokok yang seharusnya berhubungan, yaitu kelulusan uji sertifikasi, peningkatan kesejahteraan, dan peningkatan kualitas dan profesionalisme, katanya.

Semoga saja dengan adanya wacana ini akan semakin menambah motivasi bagi para guru untuk selalu meningkatkan kompetensi bukan hanya dalam kinerjanya saja, akan tetapi juga dalam Uji Kompetensi Guru dengan hasil nilai yang memuaskan. Amiin...

8 komentar

bahaya ni bisa ketahuan kalau jadi guru masuk untuk ngajar jalur belakang

Semoga saja ya mas bukan hanya kinerja saja tetapi juga kompetensi

Secara teori hal ini tentu sangat konstruktif karena akan menjadi motivasi bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya, namun yang perlu jadi sorotan tentunya adalah pelaksanaannya. Bagaimana menjadikan proses ini berjalan dengan fair

Satu harapan saya pada program ini mas,,,,semoga bisa meningkat kualitas para guru,,,

bagus nih, biar orang tua murid bisa mengetahui kompetensi guru yg membimbing anaknya.

biar guru nya lebih meningkatkan lagi kinerja nya, sebenarnya bagus ada UKG karena kan biar guru2 semakin kompeten,

Kemarin saa ikut UKG hasilnya ya Alhamdulilah Lulus sesaui Target Pemerintah minimal lulus dapat nilai 5,5.

Guru muda yang belum lama lulus dari Universitas LPTK (keguruan) dan Universitas non LPTK (non keguruan) yang ikut UKG 2015 juga menurut pantauan saya pribadi nilainya banyak sekali yang hanya mampu menjawab benar sekitaran 50-60 dari 100 soal UKG, atau bahkan kurang dari itu. Tidak signifikan bedanya dengan hasil UKG 2015 guru2 senior, alias podho wae - sami mawon. Berarti kalau menjustifikasi bahwa para guru tersebut kualitasnya jelek -berdasarkan rendahnya perolehan hasil nilai UKG 2015nya- apakah tidak sama saja dengan mempersoalkan kualitas dosen dan kredibilitas Universitas-universitas pencetak guru-guru tersebut? Khusus untuk guru yang PNS, apa juga sama artinya dengan meragukan validitas dan realibilitas test CPNS seleksi masuk guru2 yang PNS tersebut, sehingga tidak mampu mendapatkan input guru PNS yang kompeten. Tertuduh yang lain adalah proses sertifikasi guru atau PLPG. PLPG yang memang cuma sebentar apakah berarti patut dipertanyakan kualitasnya, termasuk juga ujian akhir pasca PLPG untuk mendapatkan sertifikasi guru juga akan diragukan. Karena faktanya bahwa guru yang sudah sertifikasi, perolehan nilai UKG 2015nya juga pada umumnya lebih jelek dari guru2 muda yang belum sertifikasi. Jika tidak demikian, lalu apakah permasalahnya mungkin di instrumen test/test UKG 2015nya itu sendiri?


EmoticonEmoticon