Kemendikbud Akan Tingkatkan Pertukaran Pelajar SMK Antarnegara ASEAN

Negara-negara anggota Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara, atau Southeast Asian Minister of Education Organization (SEAMEO) sepakat akan meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan vokasi, salah satunya melalui program pertukaran pelajar SMK. Program pertukaran pelajar tersebut disebut "Student Mobility", dan telah berjalan selama beberapa tahun, melibatkan ratusan siswa SMK di berbagai negara ASEAN yang belajar di negara ASEAN lainnya.

Seperti dikutip dari situs Kemdikbud, Direktur SEAMEO, Gatot Hari Priowirjanto, mengatakan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 100 siswa SMK di Indonesia yang telah mengikuti program Student Mobility. "Jumlahnya akan kita tingkatkan lagi menjadi dua hingga tiga kali lipat," ujarnya saat jumpa pers pascapembukaan 2nd High Official Meeting on SEA-TVET di Denpasar, Bali, Kamis (12/5/2016).

kemendikbud tingkatkan pertukaran pelajar smk antarnegara asean
Program pertukaran pelajar SMK antarnegara ASEAN [foto: kemdikbud.go.id]

Hal baru yang akan diangkat dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan kerja sama untuk mendapatkan gelar di negara lain dalam program Student Mobility itu. "Misalnya lulusan SMK dari Indonesia nanti bisa satu tahun belajar di Thailand atau di Vietnam dan Malaysia. Setelah satu tahun, anak-anak tersebut akan mendapatkan degree atau gelar dari negara yang bersangkutan," tutur Gatot.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, program Student Mobility sudah ada sejak tahun 2011 yang dimulai dengan negara Thailand, pada SMK di Solo, Jawa Tengah. Hingga saat ini sudah ada 135 SMK yang mengikuti program Student Mobility.

Direktur Pembinaan SMK, Mustaghfirin Amin mengakui, negara ASEAN yang paling sering bekerja sama dengan Indonesia untuk program Student Mobility adalah Thailand.  Biasanya siswa SMK Indonesia yang belajar di Thailand selama tiga hingga empat bulan sudah bisa menguasai bahasa Thailand, begitu juga sebaliknya dengan siswa SMK Thailand yang belajar di Indonesia, bisa berbahasa Indonesia setelah beberapa bulan belajar di Indonesia. Mustaghfirin mengatakan, salah satu tujuan dilakukannya Student Mobility adalah membangun optimisme siswa SMK dan meningkatkan sumber daya manusia terampil yang berkualitas, khususnya di bidang pendidikan menengah.

"Salah satunya untuk memberikan suatu confidensi atau kepercayaan diri kalau kita tidak kalah di level yang kita pelajari (untuk SMK). Sedangkan di level komunikasi, ini sebagai informasi kepada negara-negara ASEAN kalau di Indonesia juga banyak tenaga terampil," kata Mustaghfirin.


EmoticonEmoticon